PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

Cari Artikel Di Blog Ini

Selasa, 11 September 2012

Pengujian rangkaian listrik


a) Melakukan pengujian wiring/pengkawatan I/O

Hal yang juga harus kita ketahui dalam memasang instalasi PLC, setelah PLC tersebut kita instal maka perlu dicek wiring/pengkawatan input dan outputnya untuk mengetahui dan meyakinkan apakah peralatan input dan output PLC mempunyai hubungan yang baik dan benar.

a.1). Pengecekan wiring/pengkawatan input
Langkah pengecekan wiring/pengkawatan input dapat dilakukan dengan menghubungkan (meng On kan) semua perangkat input dan melihat lampu indikator (LED) pada sisi input PLC. Hubungan peralatan input PLC dikatakan baik jika input masukan ON maka lampu indikator bagian input PLC akan menyala.

a.2). Pengecekan wiring/pengkawatan output
Hubungan antara PLC dengan peralatan output (seperti selenoid, magnetik kontaktor, lampu dsb) dapat dicek dengan perintah force ke nomor terminal output PLC, perintah tersebut tanpa menunggu program harus sudah selesai dimasukan kedalam PLC, namun dapat dipisah tanpa mempengaruhi program yang ada ( jika di dalam PLC telah dimasuki program kontrol).

b). Pengujian tahanan pembumian, tahanan isolasi dan polaritas
Pengujian/pengukuran tahanan pembumian dan polaritas dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur Multimeter sedangkan untuk tahanan isolasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur Mega ohmmeter. Untuk tahanan pembumian sebaiknya bernilai kurang dari 100ohm. Untuk tahanan isolasi sebaiknya bernilai 1Mohm/volt. Polaritas yang berhubungan dengan tegangan dan arus DC perlu diuji kembali untuk mencegah terjadinya polaritas yang terbalik yang dapat menyebabkan rusaknya peralatan.